eS_Ce KURNIA

Menikmati Sebuah Perjalanan

Kredit Industri Perkapalan Melesat 80,7%

Kredit Industri Perkapalan Melesat 80,7%
Rabu, 15 April 2009 – 10:46 wib
text TEXT SIZE :
Share
Ahmad Nabhani – Okezone
Foto: Ist

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan penyaluran kredit untuk industri perkapalan per Februari 2009, berhasil melonjak dua kali dibandingkan tahun lalu.

Di mana, hingga Februari 2009, dana yang berhasil dikucurkan pembiayaan industri perkapalan mencapai Rp19,7 triliun, dibandingkan periode per Februari 2008 yang tercatat Rp10,9 triliun atau meningkat 80,7 persen. Namun, sayangnya pembiayaan kredit industri perkapalan lebih banyak disalurkan oleh bank asing.

“Kredit pembiayaan industri perkapalan ini, didorong oleh bank asing, dan belum dilakukan oleh lembaga pembiayaan lainnya,” ujar Deputi Gubenur BI Muliaman D Hadad, di sela-sela Work Shop Peluang Pembiayaan Industri Pelayaran di Indonesia, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (15/4/2009).

Dia menambahkan, rendahnya penyaluran kredit pembiayaan kredit dalam penyaluran kredit di industri perkapalan dari bank lokal, disebabkan belum adanya keterbukaan dari perbankan tetang transparasi resiko dari industri tersebut.

Pasalnya, perlunya transparasi terhadap risiko pelaku kredit sangat penting bagi perbankan untuk mengukur dan nitigasi resiko tersebut. Menurutnya, penyaluran kredit di industri perkapalan ini, memiliki potensi yang besar.

Pasalnya, banyak industri perkapalan yang dibuat, bukan berasal dari Indonesia. Ini diharapkan agar perbankan lokal dapat memberikan kontribusi di industri ini. Sehingga akan menjadi tantangan ke depan bagi bank untuk mengetahui lebih dalam industri tersebut.

Dia pun menjelaskan, dimungkinkan dilakukan rencana pembiayaan kredit industri perkapalan baik untuk kebutuhan valuta asing dan lainnya.

Dalam acara tersebut, sempat dilakukan MoU pembiayaan untuk pembuatan satu unit kapal dengan ukuran 48 meter, dan satu unit kapal ukuran 50 meter yang dilakukan oleh CIMB Niaga dan Wintermar dengan nilai pembiayaan USD10 juta.

Kemudian, MoU pembiayaan yang dilakukan PT Pann (Persero) dengan tiga perusahaan perkapalan, di antaranya PT Putera Jaya Offshore untuk pembiayaan pembuatan dua kapal sebesar USD14 juta, serta PT Samudera Rezeki Permata, untuk membiayai dua unit kapal Crew Boat senilai USD3,96 juta.

Kemudian, PT Artha Jaya Sejahtera untuk membiayai satu unit kapal general cargo dan satu unit kapal tanker dengan nilai pembiayaan USD20,5 juta.

Sebagai informasi, kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) biaya kredit industri pelayaran sampai Februari 2009 ini, mendekati level 1,9 persen, atau lebih rendah dibandingkan tahun lalu mencapai 3,5 persen, dan kredit industri pelayaran memliki pangsa pasar mencapai 1,52 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan. (css) (rhs)

April 24, 2009 - Posted by | Dunia Maritim

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: