eS_Ce KURNIA

Menikmati Sebuah Perjalanan

Cerita dari Bangka : Desa Batu Belubang (Part 1)

Tanggal 14 April Tim Pembina Desa Pesisir Berangkat dari Surabaya menuju Pulau Bangka, berita selengkapanya bisa dibaca disini
Selama 6 hari tim tersebut akan melakukan penyuluhan ke masyarakat di 5 desa yang ada di Pulau Bangka yaitu Desa Batu Belubang, Desa Tanjung Niur, Dusun Tegek, Dusun Basun dan Dusun Pancur. Seluruh desa dan dusun tersebut berada di kabupaten Bangka Barat.

Kondisi masyarakat di Desa Batu Belubang
Pada daerah pesisir Desa Batu Belubang banyak dihuni oleh masyarakat dari suku bugis. Pekerjaan utama mereka adalah nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan bagan, baik itu bagan apung dan bagan tetap. Tradisi yang menarik dari suku bugis di desa ini adalah mereka meminum air hujan yang di alirkan melalui atap rumah susun mereka ke dalam gentong-gentong besar. Mereka tidak mau minum air dari sumur walaupun di desa ini air tanah cukup dangkal dengan kualitas air yang baik (jernih dan tidak bau). Cukup menggali sedalam 1 meter saja maka sudah terdapat air tawar meskipun letaknya di daerah pantai. Mereka menggunakan air sumur ini hanya untuk keperluan mandi dan mencuci saja.

Didesa ini sebelumnya telah diadakan program pembangunan desa, hal ini terlihat dengan adanya fasilitas MCK dan drainase. Khusus untuk selokan yang sudah dibangun ternyata letaknya terlalu tinggi bila dibanding dengan daerah di sekitarnya sehingga selokan tersebut tidak berrfungsi sebagaimana mestinya, malah air dari selokan mengalir ke daerah pemukiman warga.

Keluhan dan kebutuhan yang sempat disampaikan masyarakat Desa Batu Belubang ini ada dua hal yaitu :
1. Kualitas Air Hujan yang mereka minum.
Air minum yang mereka gunakan adalah air hujan yang dialirkan melaui atap rumah mereka menuju tempat tertentu seperti tong/gentong yang terbuat dari plastik. Ketika atap rumah mereka terbuat dari seng mereka tidak khawatir tentang kualitas air tersebut, namun kita tau bahwa seng tersebut mudah sekali terkena korosi, sehingga masyarakat disana lebih memilih asbes untuk atap rumah mereka dengan alasan lebih awet bila dibandingkan dengan seng. Dari sinilah masalah muncul, mereka mempertanyakan bagaimana kualitas air yang dialirkan melalui atap asbes. Apakah terdapat kandungan-kandungan zat tertentu yang berbahaya bagi kesehatan?
Saat ini tim dari ITS dibawah Jurusan Teknik Lingkungan sedang mengkajinya

2. Kebutuhan Adanya Tempat Berkumpul
Selama ini masyarakat Desa Batu Belubang Menggunakan Rumah Kepala Dusun, sekolah dan Musholla yang ada di desa lain sebagai tempat berkumpul untuk merayakan acara adat. Oleh karena itu mereka meminta agar dibuatkan sebuah tempat yang bisa menampung sekitar 70 orang. Tempat itu nantinya akan digunakann untuk pertemuan dan upacara adat ataupun untuk perayaan hari besar islam maupun nasional.
Tim ITS melaui Jurusan Arsitekturnya juga akan membuat desain tempat tersebut agar nyaman untuk digunakan sesuai dengan keperluanya.

April 23, 2009 - Posted by | for me | , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: