eS_Ce KURNIA

Menikmati Sebuah Perjalanan

Motto : Semangat dan Tetap Tersenyum

Setiap orang punya tentunya punya motto yang biasanya digunakan sebagai prinsip atau motivasi diri.  karena setiap orang punya prinsip dan motivasi diri yang berbeda-beda maka wajar saja jika motto tiap orang  juga berbeda.

Entah benar atau tidak, kalo aku menilai bahwa seseorang yang sudah punya motto hidup itu sudah tau tujuan hidupnya dan bagaimana dia menjalani hidupnya.

sejak sma sampai kuliah aku selalu bingung jika diminta menulis biodata, yang ada mottonya, yah karena aku emang belum memikirkan apa motto hidup q.

sempat kepikiran kalau “enjoy my life” atau “menikmati hidup” itu jadi motto q, tapi tak pikir-pikir kesannya seperti “semau gue”. asalkan saya senang, gak peduli orang lain :)

tapi sebenarnya bukan itu maksud makna yang aku harapkan, maksud dari menikmati hidup adalah ketika kita beraktifitas sehari-hari sebisa mungkin kita menikmatinya, gak perlu terlalu dipikirkan hingga menjadi stress. Jalani hidup seperti air yang mengalir.

tapi kemudian seiring waktu aku menemukan tag line atau motto yang lebih cocok yaitu “semangat dan tetap tersenyum”.  hehehe….

kenapa begitu?? karena dalam tag line ini aku seperti memberi pesan pada diriku sendiri dan orang yang menbacanya agar tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan, dan jangan lupa juga untuk selalu tersenyum pada orang-orang disekitar anda. karena senyum itu ibadah dan bisa bikin awet muda, :)

jadi, tetep semangat dan tersenyum ya kawan :)

July 25, 2009 Posted by suhar | for me | | No Comments Yet

Mimpi Bersama Bangsa : ”kami akan menguasai industri maritim dunia”

Mengutip dari opini di kompas http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/27/05270151/buah-buah.pinang

yang di tulis oleh SUKARDI RINAKIT

“Jika generasi Bung Karno meletakkan ”kemerdekaan” sebagai mimpi bersama, generasi muda yang berani dan cerdas saat ini bisa meletakkan mimpi apa saja sebagai maskot. Jika generasi baru China dan India mengukir mimpi bahwa pada tahun 2020 mereka masing-masing akan menguasai pasar produk hardware dan software dunia, kita bisa mengatakan, ”kami akan menguasai industri maritim dunia”.

Sebagai negara kepulauan, mimpi bersama itu bukan mustahil. Pergeseran orientasi pembangunan dari kalkulasi kontinental ke maritim diyakini akan menjadi katalisator terwujudnya mimpi itu. Tetapi, apa pun mimpi besar itu, mengutip Francis Fukuyama (2004), tujuannya adalah penguatan negara dengan kehidupan rakyat yang sejahtera. Itulah makna republik seperti digariskan Aristoteles, Hannah Arendt, dan Bung Hatta.”

July 1, 2009 Posted by suhar | for me | | No Comments Yet

Mekah adalah Pusat dari Planet Bumi ?

Mekkah

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah..

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877)

source: islamuda

May 16, 2009 Posted by suhar | for me | , , | 3 Comments

Kredit Industri Perkapalan Melesat 80,7%

Kredit Industri Perkapalan Melesat 80,7%
Rabu, 15 April 2009 – 10:46 wib
text TEXT SIZE :
Share
Ahmad Nabhani – Okezone
Foto: Ist

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan penyaluran kredit untuk industri perkapalan per Februari 2009, berhasil melonjak dua kali dibandingkan tahun lalu.

Di mana, hingga Februari 2009, dana yang berhasil dikucurkan pembiayaan industri perkapalan mencapai Rp19,7 triliun, dibandingkan periode per Februari 2008 yang tercatat Rp10,9 triliun atau meningkat 80,7 persen. Namun, sayangnya pembiayaan kredit industri perkapalan lebih banyak disalurkan oleh bank asing.

“Kredit pembiayaan industri perkapalan ini, didorong oleh bank asing, dan belum dilakukan oleh lembaga pembiayaan lainnya,” ujar Deputi Gubenur BI Muliaman D Hadad, di sela-sela Work Shop Peluang Pembiayaan Industri Pelayaran di Indonesia, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (15/4/2009).

Dia menambahkan, rendahnya penyaluran kredit pembiayaan kredit dalam penyaluran kredit di industri perkapalan dari bank lokal, disebabkan belum adanya keterbukaan dari perbankan tetang transparasi resiko dari industri tersebut.

Pasalnya, perlunya transparasi terhadap risiko pelaku kredit sangat penting bagi perbankan untuk mengukur dan nitigasi resiko tersebut. Menurutnya, penyaluran kredit di industri perkapalan ini, memiliki potensi yang besar.

Pasalnya, banyak industri perkapalan yang dibuat, bukan berasal dari Indonesia. Ini diharapkan agar perbankan lokal dapat memberikan kontribusi di industri ini. Sehingga akan menjadi tantangan ke depan bagi bank untuk mengetahui lebih dalam industri tersebut.

Dia pun menjelaskan, dimungkinkan dilakukan rencana pembiayaan kredit industri perkapalan baik untuk kebutuhan valuta asing dan lainnya.

Dalam acara tersebut, sempat dilakukan MoU pembiayaan untuk pembuatan satu unit kapal dengan ukuran 48 meter, dan satu unit kapal ukuran 50 meter yang dilakukan oleh CIMB Niaga dan Wintermar dengan nilai pembiayaan USD10 juta.

Kemudian, MoU pembiayaan yang dilakukan PT Pann (Persero) dengan tiga perusahaan perkapalan, di antaranya PT Putera Jaya Offshore untuk pembiayaan pembuatan dua kapal sebesar USD14 juta, serta PT Samudera Rezeki Permata, untuk membiayai dua unit kapal Crew Boat senilai USD3,96 juta.

Kemudian, PT Artha Jaya Sejahtera untuk membiayai satu unit kapal general cargo dan satu unit kapal tanker dengan nilai pembiayaan USD20,5 juta.

Sebagai informasi, kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) biaya kredit industri pelayaran sampai Februari 2009 ini, mendekati level 1,9 persen, atau lebih rendah dibandingkan tahun lalu mencapai 3,5 persen, dan kredit industri pelayaran memliki pangsa pasar mencapai 1,52 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan. (css) (rhs)

April 24, 2009 Posted by suhar | Dunia Maritim | | No Comments Yet

Cerita dari Bangka : Dusun Pancur (Part 3)

Dua hari terakhir adalah di dusun pancur, bangka barat tempat kami melakukan penyuluhan. Kondisi umum masyarakat disini ternyata lebih banyak menjadi petani sawit dan karet. Setelah berbincang bincang dengan masyarakat ternyata harga sawit per kilo nya adalah Rp.900,-.Setiap buah mempunyai berat antara 6-9 kg dan dalam 1 bulan bisa 2 kali petik (panen), selain dari bertani masyarakat juga membuat kerajinan berupa atap dari daun, pekerjaan ini bisanya dilakukan oleh ibu-ibu di dusun pancur ini.

Dusun pancur ini memang terletak agak kedalam (tidak di tepi pantai) tetapi didekat dusun mereka terdapat sungi yang lumayan besar dengan lebar 10-20 meter. Oleh karena itu masyarakat nelayan disana lebih banyak mencari ikan di sungai dari pada dilaut. Selain karena itu masyarakat dusun pancur ini trauma jika harus pergi melaut karena ada perompak dari desa lain yang merampok sebagian dari tangkapan mereka ketika berada dilaut.

KArena hanya digunakan di sungai, maka alat tangkap dan perahu yang digunakan masih relatif sederhada, kadang hanya sampan biasa tanpa mesin dan digerakkan oleh dayung. Dermaga tembat tambat kapal juga sederhana, terbuat dari kayu yang sambungannya sudah tidak kuat lagi sehingga kalo banyak orang yang naik diatasnya dermaga tersebut rawan roboh.

Selain masalah keamanan dalam melaut, masyarakat disini juga meminta agar segera diupayakan listrik masuk dusun mereka

April 23, 2009 Posted by suhar | for me | , , , , , , | No Comments Yet

Cerita dari Bangka : Desa Tanjung Niur, Dusun Tegek dan Dusun Basun (Part 2)

setelah 2 hari melakukan penyuluhan kepada Masyarakat Batu Belubang, Tim Bindesir(Pembinaan Desa Pesisir) yang dibentuk atas kerjasama ITS dan Bakorkamla melakukan penyuluhan di desa lain yaitu Desa Tanjung Niur, Dusun Tegek dan Dusun Basun, Kegiatan Penyuluhan ini dipusatkan di desa tanjung niur. hal ini dikarenakan terdapat kesamaan karakteristik dari ketiga desa/dusun tersebut.

Kondisi Masyarakat Desa Tanjung Niur, Dusun Tegek dan Dusun Basun.
Berbeda dengan kondisi masyarakat Desa batu Belubang, Masyarakat di tiga desa ini tidak mendapat listrik dari PLN. Selain itu pekerjaan masyarakat di sini lebih beraneka ragam, ada yang bekerja di Timah, Kelapa Sawit, Nelayan, dan Tengkulak ikan.

Kebetulan ketika tim bindesir berkunjung ke desa ini, terdapat salah seorang warga yang sedang membuat kapal ikan dengan panjang 7 meter. setelah melakukan sedikit tanya jawab dengan pemilik kapal ternyata diketahui bahwa untuk membagun kapal ikan dengan panjang 7 meter dibutuhkan waktu selama 14 hari, dengan biasa material (kayu) sebesar Rp.3 Juta dan ongkos pegawainya juga 3 juta rupiah. Jumlah tersebut masih terus bertambah untuk pembelian mesin dan jala sebagai alat tangkap ikan.

Memang rata-rata kapal ikan yang dimiliki atau yang ada di desa ini memiliki panjang 5-7 meter. dengan kondisi kapal yang begitu kecil otomatis nelayan tidak bisa pergi jauh ke laut untuk mencari ikan. merekan hanya mencari ikan di perairan dangkal saja.
Alat tangakap yang sering digunakan adalah jala, pancing dan keramba ikan.

ikan hasil tangkapan nelayan di sini banyak yang dikeringkan menjadi ikan asin dan diolah hingga menjadi terasi. ikan-ikan tersebut di keringkan di rumah-rumah panggung yang banyak terdapat di tepi pantai.
didesa ini juga terdapat dermaga tempat tambat kapal, namun dermaga tersebut masih dalam proses pembangunan, kira-kira sudah selesai 75%.

Keluhan yang ada di desa ini selain tidak adanya listrik adalah adanya bannyak tengkulak yang biasa di sebut sebagai “Bos” oleh para nelayan.
Kebanyakan nelayan disini tidak punya jala untuk menangkap ikan, oleh karena itu mereka memimjam jala kepada BOS-Bos tadi dengan konsekwensi ikan yang di dapat harus dijual pada BOS yang telah mereka pinjam jalanya. Kondisi seperti ini jelas merugikan nelayan karena para tengkulak bisa memainkan harga ikan dengan seenaknya.
Masyarakjta berharap ada bantuan berupa jala yang diberikan oleh pemrintah langsung kepada para nelayann, sehingga mereka tidak tergantung lagi kepada para BOS-BOS yang ada disana.

April 23, 2009 Posted by suhar | for me | , , , , , , , | No Comments Yet

Cerita dari Bangka : Desa Batu Belubang (Part 1)

Tanggal 14 April Tim Pembina Desa Pesisir Berangkat dari Surabaya menuju Pulau Bangka, berita selengkapanya bisa dibaca disini
Selama 6 hari tim tersebut akan melakukan penyuluhan ke masyarakat di 5 desa yang ada di Pulau Bangka yaitu Desa Batu Belubang, Desa Tanjung Niur, Dusun Tegek, Dusun Basun dan Dusun Pancur. Seluruh desa dan dusun tersebut berada di kabupaten Bangka Barat.

Kondisi masyarakat di Desa Batu Belubang
Pada daerah pesisir Desa Batu Belubang banyak dihuni oleh masyarakat dari suku bugis. Pekerjaan utama mereka adalah nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan bagan, baik itu bagan apung dan bagan tetap. Tradisi yang menarik dari suku bugis di desa ini adalah mereka meminum air hujan yang di alirkan melalui atap rumah susun mereka ke dalam gentong-gentong besar. Mereka tidak mau minum air dari sumur walaupun di desa ini air tanah cukup dangkal dengan kualitas air yang baik (jernih dan tidak bau). Cukup menggali sedalam 1 meter saja maka sudah terdapat air tawar meskipun letaknya di daerah pantai. Mereka menggunakan air sumur ini hanya untuk keperluan mandi dan mencuci saja.

Didesa ini sebelumnya telah diadakan program pembangunan desa, hal ini terlihat dengan adanya fasilitas MCK dan drainase. Khusus untuk selokan yang sudah dibangun ternyata letaknya terlalu tinggi bila dibanding dengan daerah di sekitarnya sehingga selokan tersebut tidak berrfungsi sebagaimana mestinya, malah air dari selokan mengalir ke daerah pemukiman warga.

Keluhan dan kebutuhan yang sempat disampaikan masyarakat Desa Batu Belubang ini ada dua hal yaitu :
1. Kualitas Air Hujan yang mereka minum.
Air minum yang mereka gunakan adalah air hujan yang dialirkan melaui atap rumah mereka menuju tempat tertentu seperti tong/gentong yang terbuat dari plastik. Ketika atap rumah mereka terbuat dari seng mereka tidak khawatir tentang kualitas air tersebut, namun kita tau bahwa seng tersebut mudah sekali terkena korosi, sehingga masyarakat disana lebih memilih asbes untuk atap rumah mereka dengan alasan lebih awet bila dibandingkan dengan seng. Dari sinilah masalah muncul, mereka mempertanyakan bagaimana kualitas air yang dialirkan melalui atap asbes. Apakah terdapat kandungan-kandungan zat tertentu yang berbahaya bagi kesehatan?
Saat ini tim dari ITS dibawah Jurusan Teknik Lingkungan sedang mengkajinya

2. Kebutuhan Adanya Tempat Berkumpul
Selama ini masyarakat Desa Batu Belubang Menggunakan Rumah Kepala Dusun, sekolah dan Musholla yang ada di desa lain sebagai tempat berkumpul untuk merayakan acara adat. Oleh karena itu mereka meminta agar dibuatkan sebuah tempat yang bisa menampung sekitar 70 orang. Tempat itu nantinya akan digunakann untuk pertemuan dan upacara adat ataupun untuk perayaan hari besar islam maupun nasional.
Tim ITS melaui Jurusan Arsitekturnya juga akan membuat desain tempat tersebut agar nyaman untuk digunakan sesuai dengan keperluanya.

April 23, 2009 Posted by suhar | for me | , , , , , | No Comments Yet