Motto : Semangat dan Tetap Tersenyum
Setiap orang punya tentunya punya motto yang biasanya digunakan sebagai prinsip atau motivasi diri. karena setiap orang punya prinsip dan motivasi diri yang berbeda-beda maka wajar saja jika motto tiap orang juga berbeda.
Entah benar atau tidak, kalo aku menilai bahwa seseorang yang sudah punya motto hidup itu sudah tau tujuan hidupnya dan bagaimana dia menjalani hidupnya.
sejak sma sampai kuliah aku selalu bingung jika diminta menulis biodata, yang ada mottonya, yah karena aku emang belum memikirkan apa motto hidup q.
sempat kepikiran kalau “enjoy my life” atau “menikmati hidup” itu jadi motto q, tapi tak pikir-pikir kesannya seperti “semau gue”. asalkan saya senang, gak peduli orang lain
tapi sebenarnya bukan itu maksud makna yang aku harapkan, maksud dari menikmati hidup adalah ketika kita beraktifitas sehari-hari sebisa mungkin kita menikmatinya, gak perlu terlalu dipikirkan hingga menjadi stress. Jalani hidup seperti air yang mengalir.
tapi kemudian seiring waktu aku menemukan tag line atau motto yang lebih cocok yaitu “semangat dan tetap tersenyum”. hehehe….
kenapa begitu?? karena dalam tag line ini aku seperti memberi pesan pada diriku sendiri dan orang yang menbacanya agar tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan, dan jangan lupa juga untuk selalu tersenyum pada orang-orang disekitar anda. karena senyum itu ibadah dan bisa bikin awet muda,
jadi, tetep semangat dan tersenyum ya kawan
Mimpi Bersama Bangsa : ”kami akan menguasai industri maritim dunia”
Mengutip dari opini di kompas http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/27/05270151/buah-buah.pinang
yang di tulis oleh SUKARDI RINAKIT
“Jika generasi Bung Karno meletakkan ”kemerdekaan” sebagai mimpi bersama, generasi muda yang berani dan cerdas saat ini bisa meletakkan mimpi apa saja sebagai maskot. Jika generasi baru China dan India mengukir mimpi bahwa pada tahun 2020 mereka masing-masing akan menguasai pasar produk hardware dan software dunia, kita bisa mengatakan, ”kami akan menguasai industri maritim dunia”.
Sebagai negara kepulauan, mimpi bersama itu bukan mustahil. Pergeseran orientasi pembangunan dari kalkulasi kontinental ke maritim diyakini akan menjadi katalisator terwujudnya mimpi itu. Tetapi, apa pun mimpi besar itu, mengutip Francis Fukuyama (2004), tujuannya adalah penguatan negara dengan kehidupan rakyat yang sejahtera. Itulah makna republik seperti digariskan Aristoteles, Hannah Arendt, dan Bung Hatta.”
Mekah adalah Pusat dari Planet Bumi ?

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah..
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877)
source: islamuda
Kredit Industri Perkapalan Melesat 80,7%
Kredit Industri Perkapalan Melesat 80,7%
Rabu, 15 April 2009 – 10:46 wib
text TEXT SIZE :
Share
Ahmad Nabhani – Okezone
Foto: IstJAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan penyaluran kredit untuk industri perkapalan per Februari 2009, berhasil melonjak dua kali dibandingkan tahun lalu.
�
Di mana, hingga Februari 2009, dana yang berhasil dikucurkan pembiayaan industri perkapalan mencapai Rp19,7 triliun, dibandingkan periode per Februari 2008 yang tercatat Rp10,9 triliun atau meningkat 80,7 persen. Namun, sayangnya pembiayaan kredit industri perkapalan lebih banyak disalurkan oleh bank asing.
�
“Kredit pembiayaan industri perkapalan ini, didorong oleh bank asing, dan belum dilakukan oleh lembaga pembiayaan lainnya,” ujar Deputi Gubenur BI Muliaman D Hadad, di sela-sela Work Shop Peluang Pembiayaan Industri Pelayaran di Indonesia, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (15/4/2009).
�
Dia menambahkan, rendahnya penyaluran kredit pembiayaan kredit dalam penyaluran kredit di industri perkapalan dari bank lokal, disebabkan belum adanya keterbukaan dari perbankan tetang transparasi resiko dari industri tersebut.
�
Pasalnya, perlunya transparasi terhadap risiko pelaku kredit sangat penting bagi perbankan untuk mengukur dan nitigasi resiko tersebut. Menurutnya, penyaluran kredit di industri perkapalan ini, memiliki potensi yang besar.
�
Pasalnya, banyak industri perkapalan yang dibuat, bukan berasal dari Indonesia. Ini diharapkan agar perbankan lokal dapat memberikan kontribusi di industri ini. Sehingga akan menjadi tantangan ke depan bagi bank untuk mengetahui lebih dalam industri tersebut.
�
Dia pun menjelaskan, dimungkinkan dilakukan rencana pembiayaan kredit industri perkapalan baik untuk kebutuhan valuta asing dan lainnya.
�
Dalam acara tersebut, sempat dilakukan MoU pembiayaan untuk pembuatan satu unit kapal dengan ukuran 48 meter, dan satu unit kapal ukuran 50 meter yang dilakukan oleh CIMB Niaga dan Wintermar dengan nilai pembiayaan USD10 juta.
�
Kemudian, MoU pembiayaan yang dilakukan PT Pann (Persero) dengan tiga perusahaan perkapalan, di antaranya PT Putera Jaya Offshore untuk pembiayaan pembuatan dua kapal sebesar USD14 juta, serta PT Samudera Rezeki Permata, untuk membiayai dua unit kapal Crew Boat senilai USD3,96 juta.
�
Kemudian, PT Artha Jaya Sejahtera untuk membiayai satu unit kapal general cargo dan satu unit kapal tanker dengan nilai pembiayaan USD20,5 juta.
�
Sebagai informasi, kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) biaya kredit industri pelayaran sampai Februari 2009 ini, mendekati level 1,9 persen, atau lebih rendah dibandingkan tahun lalu mencapai 3,5 persen, dan kredit industri pelayaran memliki pangsa pasar mencapai 1,52 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan. (css) (rhs)
Cerita dari Bangka : Desa Tanjung Niur, Dusun Tegek dan Dusun Basun (Part 2)
setelah 2 hari melakukan penyuluhan kepada Masyarakat Batu Belubang, Tim Bindesir(Pembinaan Desa Pesisir) yang dibentuk atas kerjasama ITS dan Bakorkamla melakukan penyuluhan di desa lain yaitu Desa Tanjung Niur, Dusun Tegek dan Dusun Basun, Kegiatan Penyuluhan ini dipusatkan di desa tanjung niur. hal ini dikarenakan terdapat kesamaan karakteristik dari ketiga desa/dusun tersebut.
Kondisi Masyarakat Desa Tanjung Niur, Dusun Tegek dan Dusun Basun.
Berbeda dengan kondisi masyarakat Desa batu Belubang, Masyarakat di tiga desa ini tidak mendapat listrik dari PLN. Selain itu pekerjaan masyarakat di sini lebih beraneka ragam, ada yang bekerja di Timah, Kelapa Sawit, Nelayan, dan Tengkulak ikan.
Kebetulan ketika tim bindesir berkunjung ke desa ini, terdapat salah seorang warga yang sedang membuat kapal ikan dengan panjang 7 meter. setelah melakukan sedikit tanya jawab dengan pemilik kapal ternyata diketahui bahwa untuk membagun kapal ikan dengan panjang 7 meter dibutuhkan waktu selama 14 hari, dengan biasa material (kayu) sebesar Rp.3 Juta dan ongkos pegawainya juga 3 juta rupiah. Jumlah tersebut masih terus bertambah untuk pembelian mesin dan jala sebagai alat tangkap ikan.
Memang rata-rata kapal ikan yang dimiliki atau yang ada di desa ini memiliki panjang 5-7 meter. dengan kondisi kapal yang begitu kecil otomatis nelayan tidak bisa pergi jauh ke laut untuk mencari ikan. merekan hanya mencari ikan di perairan dangkal saja.
Alat tangakap yang sering digunakan adalah jala, pancing dan keramba ikan.
ikan hasil tangkapan nelayan di sini banyak yang dikeringkan menjadi ikan asin dan diolah hingga menjadi terasi. ikan-ikan tersebut di keringkan di rumah-rumah panggung yang banyak terdapat di tepi pantai.
didesa ini juga terdapat dermaga tempat tambat kapal, namun dermaga tersebut masih dalam proses pembangunan, kira-kira sudah selesai 75%.
Keluhan yang ada di desa ini selain tidak adanya listrik adalah adanya bannyak tengkulak yang biasa di sebut sebagai “Bos” oleh para nelayan.
Kebanyakan nelayan disini tidak punya jala untuk menangkap ikan, oleh karena itu mereka memimjam jala kepada BOS-Bos tadi dengan konsekwensi ikan yang di dapat harus dijual pada BOS yang telah mereka pinjam jalanya. Kondisi seperti ini jelas merugikan nelayan karena para tengkulak bisa memainkan harga ikan dengan seenaknya.
Masyarakjta berharap ada bantuan berupa jala yang diberikan oleh pemrintah langsung kepada para nelayann, sehingga mereka tidak tergantung lagi kepada para BOS-BOS yang ada disana.




